:: The Green World RouLi ::

Dunia saya, Dunia yang hijau, Dunianya Rouli...

Laman

Translate

Cari Blog Ini

Postingan terupdate ke Email :)

Follow my Twitter ^^

Kamis, 14 Juni 2012

[Recap K-Drama] I Do, I Do Episode 3

I DO, I DO EPISODE 3


Acara pemberian hadiah pun dimulai, Tae Kang yang mendapat hadiah utama di beri hadiaholeh Ji An yang seperti tidak rela menyerahkannya. Yang akhirnya jadi aksi tarik-menarik singkat antara mereka berdua
Saat acara makan Tae Kang tak menyia nyiakan kesempatannya untuk makan besar. Ji An yang tidak rela hadiah jatuh ketangan Tae Kang yang menurutnya tak layak mengikuti Tae Kang, yang terjadi adalah debat. Tae Kang akhirnya memnita mereka untuk berdamai apa lagi mereka akan sering bertemu, JiAn yang awalnya tidak paham hanya bingung tapi saat Ia sudah tau maksud kata-kata Tae Kang Ji An berteriak yang membuat semua orang melihat kearahnya. JiAn minta Tae Kang untuk tidak melakukan itu, tapi tae Knag tidak menangapi malah memuji makan sambil menghiraukan Ji An. Ji An yang tak mau menyerah menumpahkan Air pada Tae kang , yang membuat tae Kang diseret keruangannya. Di ruangan Ji An mereka tetap berdebat Hingga Tae kang menyingung tentang malam yang mereka lewati. untuk sesaat Tae kang minta mereka jujur tentang perasaan mereka.
Ji An yang sempat terbawa suana bukan menjawab malah menendang area vital Tae Kang yang membuat Teakang kesakitan *Muka Tae Kang pas kesakitan bukannya bikin prihatin malah bikin ngakak*. Ji An pun meninggalkan Tae Kang yang tengah kesakitan.
Aksi selanjutnya dilakukan oleh Tae Kang yang datang keruang utma dengan memangil Ji An sambil terseok seok mendekati Jian. perkataan Tae Kang menyiratkan adanya hubungan diantara mereka yang diakhiri sepihak oleh Ji An yang tak puas akan Tae Kang *wkwkkwkkw*
Dengan tangisnya Tae Kang melepas Ji An dan meminta Ji An bahagia sambil memberikan kancing baju Ji An yang copot, Ji An hanya bisa melongo melihat tingkah Tae Knag. setelah Tae kang berbalik ia tersenyum penuh kebahagiaan. Sedang semua orang diruangan itu sudah sibuka berkasak kusuk.
Nari dan sang paman sedang mendatangi acara pameran yang didatangi juga oleh ibu tiri Nari. Disitu terlihat ketidak sukaan Sang ibu Tiri aplagi ia menyingung soal jabatan nari. Saat ditinggal berdua dengan sang ibu tiri nari berusaha mengakrabkan diri. Tba dikantor Na Ri kesal, tapi itu tak lama karna ia mendengar kejadian diacar pemberian hadiah.
Ji An memndang fotonya dan Taekang dengan kesal, Na Ri membaca CV Tae Kang. sedang Tae kang yang sedang menunggu saatnya untuk wawancara, Tae Knag membaca mengenai buku biggrafi Ji An. Diruang wawancara Tae kang kaget karna Ji An merupakan salahsatu penguji dalam wawncara. Dalam wawancara Tae Kang dibombardir oleh Ji An.
4 orang penguji wawancara rapat untuk siapa yang akan lulus. Ji An dan ke2 orang lainnya awalnya setuju memilih seorang, Tapi Na Ri lebih memilih Tae Kang apal;agi karna Tae Kang pemenag kontes desain sepatu. Awalnya tak ada yang setuju dengan Nari, dengan cerdas Nari mengunakan kat-kata Ji An saat memilih sepatyu Tae Kang yang akhirnya meluluskan Tae Kang. setelah Rapat Ji An dan Na Ri minum di Caffe tapi Ji An heran kenapa mereka harus bicara diluar. JI An menyadari Na Ri memiliki maksud lainyaitu posis CEO selanjutnya. Maka JI An mengatakan Jika ingin membeli hatiorang lain maka beri dulu dengan hatimu *GOOD JI AN*
Malamnya Taekang, Ayahnya, dan sahabtnya pemilik kedai merayakan diterimanya Taekang. sempat menyatakan Tea Kang beruntung padahal sepatu rancangannya adalah karna ia tak punya ide jadi Tae Knag meretelin semua *jadi intinya desainnya itu desain gagal*. Dengan tatpan dingin Tae Kang dan Ayahnya menatap pemilik kedai, tapi dengan cepat pemilik kedai mencairkan suasana.
sepulang dari kedai Tae Knag dan Ayahny pulang dengan mabuk tanpa mereka sadari mereka pulang kerumah mereka yang lama. Dengan sedih mereka membicarakan rumah tsb, Tae kang pun berjanji akan membeli rumah itu. Esoknya Tae kang bangun telat, ayahnya mengikuti aktifitas anaknya, bahkan sang ayah ingin menyuapi anaknya tapi karna telat Tae kang menolaknya. Ayahnya melepas tae kang yang berangkat kerja untuk menjaga emosinya.
Tae kang berangkat dengan bis yang berdesak-desakan, berlarian menuju kantornya. Tiba dikantor ia memberi salam pada semua orang yang dilihatnya. Hingga didepan lift ia menunggu lift dengang beberapa senornya tak lama dari itu Ji An datang. Di dalamLift seorang pegawai menjilat dengan mengatakan Ji An cantik tapi dengan sangar Ji An meminta laporan yang sudah telat dari pegawai tsb. Sedang Tim desain 1 sedang menosipkan Ji An dengan Tae kang yang diterima dikantor, seorang dari tim 1 tak mau percaya bahwa Ji An orang yang seperti itu.

Tae kang yang mulai kerja melakukan kesalahan dengan duduk dibangku Ji An yang diakhiri dengan tatpan Ji An yang mematikan hingga ia disuruh untuk mengisi gallon. Ayah Tae kang gelisah menunggu kabar Tea Kang yang kerja untuk pertama kali. Tak lama dari itu Tae kang menelpon untuk menanyakan mengenai jenis dari sepatu. Ayahnya sempat heran kenapa tidak ada senior yang mengajari Tae Kang, tapi Tae kang bilang bahwa dia ingin menunjukan kemampuan pada seniornya. Setelah mengubungi sang ayah Tae kang ketahuan oleh seniornya, Seniornya pun marah karna pada hari pertama kerja Tae kang sudah berani telepon. Saat di lift tae kang hanya berdua dengan Jian maka dimulai lah perang mulut, hingga Ji An mengelami sakit perut. Awalnya Tae kang menyindir Ji An sakit perut karna jahat padanya ataupun Wasir. Tapi diakhirnya Tae kang prihatin juga dan ingin menolong Ji An yang kesakitan, tapi Ji An malah marah gak mau disentuh Tae kang.

masih belum hilang kesal Ji An di tambah dengan telepon dari sebuah IO yang mengatakan Ji An sebagai pengantin. Setelah tau siapa dalangnya Ji An menghubungi sang dalang, Dokter dengan senang mendapat telepon dari Ji An mengangkat telepon lalu menutup lagi dengan girang. Ji An yang tak dapat menghubungi Eun Sung mendatangi ke RS , tapi Eun sung sudah menunggu Ji An, Gak sama tea kang sama si Dokter pun Ji An bawaannnya marah terus. Sampe sang dokter bilang kalo kemarin orang tua Ji An mendatanginya, dengan geram Ji An ingin pergi menemui orang tuannya. Eun Sung tak membiarkan Ji An pergi sendiri mengikuti Ji An hingga kemobil walaupun sudah diusir.
Di tempat lain sedang ada acara kumpul-kumpul teman sekantor Ji An, Tae Kang berusaha menarik perhatian para teman sekantornya yang didapat malah tatapan mematikan hingga ia undur diri ketoilet. Di Luar Tae kang melihat Na Ri yang sedang menelpon sang ayah, yang diakhiri dengan kecewa.
Tiba dirumahnya Ji An sgera memangil ibunya, saat ibunya membuka Eun sung bukannya menjelaskan malah memanggil "Ibu Mertua". Ji An terheran-heran segera mencari ayahnya, yang ternyata sedang berkumpul dengan beberapa temannya. Eun Sung kembali menyapa Ayah Ji An dengan sebutan "Ayah Mertua" yang membuat Ji An kesal karna ucapannya kebalikan dari maksud kedatangan mereka. Bukannya menjelaskan mengenai hubungan mereka Eun Sung malah diperkenalkan sebagai Calon menantunya pada teman-teman Ayah Ji An. Makan bersama hingga bernyanyi dilakukan Eun Sung dengan senang hati, kebalikan dengan Ji An yang menjalaninya dengan setengah hati. Hingga Ji An yang sedang mengupas apel melihat Ayahnya yang sedang digendong Eunsung sambil tersenyum gembira membuat Ji An melamun.
Lamunan Ji An adalah mengenai masa kecilnya yang menjadi sumber tawa bagi sang ayah walaupun ia melakukan kesalahan. Melamun Ji An membuatnya mengiris tangannya sendiri. Ji An diobati oleh Eun sung. Eun sung melihat semua piagam JI an yang dipajang dikamarnya, Ji An menjadi bertanya bagaimana Eun sung dapat membuat orang tuannya dapat tersenyum karna ia sudah lupa akan menjadi sumber tawa. Eun sung menjawab bahwa ia juga tak dapat membuat orang tuannya tersenyum. Di tempat lain Tae kang bertemu seniornya Asisten Seol. Tae kang ternyata berbicara dengan seorang yang kategorinya tidak sukses karna dalam rentan waktu 10 tahun asisten seol hanya dapat menjabat sebagai Asisten. Perbincangan mereka menarik perhatian semua tim desai 1.
Tae kang yang habis mendengar nasehat sang senior melihat Nari minum seorang diri mengajak na ri berbincang karna ia pikir na ri juga pegawai baru seperti dirinya. Ia menceritakan bahwa sebaiknya mereka mendekati wakil presiden yang bernama Na Ri *please nari itu yang didepan mu* na ri hanya bisa ternsenyum kecil. Hingga Tae kang menunjuk seorang yang dikiranya sebagai Na Ri. Tae kang pun menari Na Ri kedepan untuk menari. Sampai didepan semua orang bersorak melihat Tae kang tapi saat sadar siapa teman tae kang berdansa gak karuan semuannya diam. Saat sadar tae kang kaget dan minta maaf, Na Ri hanya senyum.
Ji An mengantar pak dokter pulang, Ji An yang mulai menerima si Eun Sung membiarkan Eun sung untuk menelponnya. Eun Sung tersenyum dan mengatakan bahwa itu adalah lamaran Ji An, Ji An yang tak sependapat mengatakan bahwa itu hanya bagian dari persekutuan mereka yang gak mau kencan buta. Maka Sang dokter maju dan mengecup pipi Ji An, yang membuat Ji An Kaget.

NEXT EPISODE

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan meninggalkan jejak kalian para reader

DAN
TERIMA KASIH BUAT READER SUDAH MENINGGALKAN JEJAKNYA ^^ Maaf agak ribet saat komen harus masukin Verifikasi abis Blog ku keserang Spam ampe ribuan dalam jangka waktu cuma 1 hari >.<